Jumat, 14 Juni 2013

Parawisata, Bahasa, dan Sastra


Pariwisata, Bahasa, dan Sastra



Tulisan ini disajukan dalam rangka memenuhi Tugas Semester II mata pelajaran
Parawisata, Bahasa, dan Sastra

Disusun
Toga ParuhumSiregar – 120701002






DEPARTEMEN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SUMATRA UTARA
2013





PENGERTIAN PARIWISATA MENURUT PARA AHLI
1.      Menurut A.J. Burkart dan S. Medik (1987), Pariwisata adalah perpindahan orang untuk sementara dan dalam jangka waktu pendek ke tujuan- tujuan diluar tempat dimana mereka biasanya hlidup dan bekerja dan kegiatan-kegiatan mereka selama tinggal di tempat-tempat tujuan itu.
2.      Menurut Hunziger dan krapf dari swiss dalam Grundriss Der Allgemeinen Femderverkehrslehre, menyatakan pariwisata adalah keserluruhan jaringan dan gejala-gejala yang berkaitan dengan tinggalnya orang asing disuatu tempat dengan syarat orang tersebut tidak melakukan suatu pekerjaan yang penting (Major Activity) yang memberi keuntungan yang bersifat permanent maupun sementara.
3.      Menurut Prof. Salah Wahab dalam Oka A Yoeti (1994, 116.). Pariwisata dalah suatu aktivitas manusia yang dilakukan secara sadar yang mendapat pelayanan secara bergantian diantara orang-orang dalam suatu Negara itu sendiri/ diluar negeri, meliputi pendiaman orang-orang dari daerah lain untuk sementara waktu mencari kepuasan yang beraneka ragam dan berbeda dengan apa yang dialaminya, dimana ia memperoleh pekerjaan tetap.
4.      Menurut pendapat Anonymous (1986) Pariwisata adalah kegiatan seseorang dari tempat tinggalnya untuk berkunjung ke tempat lain dengan perbedaan pada waktu kunjungan dan motivasi kunjungan.
5.      Menurut pendapat RG. Soekadijo (1997:8), Pariwisata ialah segala kegiatan dalam masyarakat yang berhubungan dengan wisatawan.

PENGERTIAN SASTRA MENURUT PARA AHLI
1.      Mursal Esten (1978 : 9) Sastra atau Kesusastraan adalah pengungkapan dari fakta artistik dan imajinatif sebagai manifestasi kehidupan manusia. (dan masyarakat) melalui bahasa sebagai medium dan memiliki efek yang positif terhadap kehidupan manusia (kemanusiaan).
2.      Semi (1988 : 8 ) Sastra. adalah suatu bentuk dan hasil pekerjaan seni kreatif yang objeknya adalah manusia dan kehidupannya menggunakan bahasa sebagai mediumnya
3.       Panuti Sudjiman (1986 : 68) Sastra sebagai karya lisan atau tulisan yang memiliki berbagai ciri keunggulan seperti keorisinalan, keartistikan, keindahan dalam isi, dan ungkapanya.
4.       Ahmad Badrun (1983 : 16) Kesusastraan adalah kegiatan seni yang mempergunakan bahasa dan garis simbol-simbol lain sebagai alai, dan bersifat imajinatif.
5.      Engleton (1988 : 4) Sastra adalah karya tulisan yang halus (belle letters) adalah karya yang mencatatkan bentuk bahasa. harian dalam berbagai cara dengan bahasa yang dipadatkan, didalamkan, dibelitkan, dipanjangtipiskan dan diterbalikkan, dijadikan ganjil.
6.      Plato, Sastra adalah hasil peniruan atau gambaran dari kenyataan (mimesis). Sebuah karya sastra harus merupakan peneladanan alam semesta dan sekaligus merupakan model kenyataan. Oleh karena itu, nilai sastra semakin rendah dan jauh dari dunia ide.

PENGERTIAN BAHASA MENURUT PARA AHLI
1.      Pengertian Bahasa menurut (Depdiknas, 2005: 3)Bahasa pada hakikatnya adalah ucapan pikiran dan perasan manusia secara teratur, yang mempergunakan bunyi sebagai alatnya.
2.      Pengertian Bahasa menurut Harun Rasyid, Mansyur & Suratno (2009: 126) bahasa merupakan struktur dan makna yang bebas dari penggunanya, sebagai tanda yang menyimpulkan suatu tujuan.
3.      Bahasa menurut kamus besar Bahasa Indonesia (Hasan Alwi, 2002: 88) bahasa berarti sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh semua orang atau anggota masyarakat untuk bekerjasama, berinteraksi, dan mengidentifikasi diri dalam bentuk percakapan yang baik, tingkah laku yang baik, sopan santun yang baik

BENTUK – BENTUK PARIWISATA
Setelah kita mempelajair dasar pemikiran tentang konsep atau definisi pariwisata dan wisatawan, maka perlu kiranya kita juga membicarakn tentang bentuk – bentuk wisata utnuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai industri ini. Bentuk – bentuk ini dapat dibagai menurut katagori berikut ini :
  1. Menurut asal wisatawan
Pertama – tama perlu diketaui apakah asal wisatawan dari dalam maupun dari luar negeri. Kalau asalnya dri dalam negeri sendiri berarti bahwa sang wisatawan ini hanya pindah tempat sementara di dalam lingkungan wilayah negerinya sendiri selama ia mengadakan perjalanan, maka ini dinamakan pariwisata domestik. Sedangkan kalau ia darang dri lura negeri dinamakan pariwisata Internasional.
  1. Menurut akibatnya terhadap neraca pembayaran
Kedatangan wisatawan dari luar negeri adalah membawa mata uang asing. Pemasukan valuta asing ini berarti memberi efek positif terhadap neraca pembayaran luar negeri suatu negara yang dikunjungi wisatwan, ini disebut pariwisata akktif. Sedangkan kepergian seorang warganegara ke luar negeri memberikan efek negatif terhadap neraca pembayaran luar negri negaranya, ini disebut pariwisata pasif.
  1. Menurut jangka waktu
Kedatangan seorang wisatawan di suatu tempat atau negara diperhitungkan pula menurut waktu lamanya ia tinggal di tempat atau negara yang bersangkutan. Hal ini menimbulkan istilah pariwisata jangka pendek dan pariwisata jangka panjang, yang mana tergantung pada ketentuan – ketentuan yang diberlakukan oleh suatu negara untuk mengukur panjang atau pendeknya waktu yang dimaksud.
  1. Menurut Jumlah Wisatawan
Perbedaan ini diperhitungkan atas jumlah wisatwan yang datang, apakah wisatwan itu datang sendiri, atau dalam suatau rombongan. Maka timbulah istilah pariwisata tunggal dan pariwisata rombongan.
  1. Menurut alat angkut yang dipergunakan
Kategori ini dapat dibagi menjadi pariwisata udara, pariwisata laut, pariwisatakereta api dan mobil, tergantung apakah sang wisatwan tiba dengan pesawat udara, kapal laut, kereta api, atau mobil.

JENIS – JENIS PARIWISATA
1.      Wisata Budaya.
Ini dimaksudkan dengan perjalanan yang dilakukan atas dasar keinginan untuk memperluas pandangan hidup seseorang dengan jalan mengadakan kunjungan atau peninjauan ke tempat lain atau ke luar negeri, mempelajari keadaan rakyat, kebiasaan, dan adat istiadat mereka, cara hidup mereka budaya, dan seni mereka. Sering perjalanan seperti ini disatukan dengan kesempatan – kesempatan mengambil bagian dalam kegiatan – kegiatan budaya, seperti eksposisi seni (seni tari, drama, musik, dan seni suara) atau kegiatan yang bermotif kesejarahan dan sebagainya. Budaya akan sangat berkembang erat dengan sastra wilayah itu sendiri. Bila dikaitkan dengan bahasa
2.      Wisata Kesehatan.
Hal ini dimaksudkan dengan perjalanan seorang wisatawan dengan tujuan untuk meninggalkan keadaan lingkungan tempat sehari – hari dimana ia tinggal demi kepentingan beristirahat dalam arti jasmani dan rohani dengan mengunjungi tempat peristirahatan seperti mata air panas yang mengandung mineral yang dapat menyembuhkan, tempat yang mempunyai iklim udara menyehatkan atau tempat – tempat yang menyediakan fasilitas – fasilitas kesehatan lainnya.
3.      Wisata Olahraga
Ini dimaksudkan dengan wisatwan – wisatwan yang melakukan perjalanan dengan tujuan berolah raga atau menghadiri pesta olahraga di suatu tempat atau suatu negara seperti : Aisan Games, Olympiade, Thomas Cup, Uber Cup, dan lain – lain. Olah raga lain yang tidak termasuk dalam pesta olahraga atau games misalnya : berburu, memancing, berenang, dan berbagai cabang olehraga di ddlam air atau di atas pegunungan.
4.      Wisata Komersial.
Yang termasuk dalam wisata komersial ini adalah mengunjungi pameran – pameran dan pekan raya yang bersifat komersial seperti pameran industri, pameran dagang, dan sebagainya. Pada mulanya banyak orang berpendapat bahwa hal ini tidak dapat digolongkan dalam dunia kepariwisataan dengan alasan bahwa kegiatan perjalanan untuk pameran atau pekan raya ini hanya dilakukan oleh orang – orang yang khusus mempunyai urusan bisnis. Tetapi dalam kenyataannya pada dewasa ini dimana pameran atau pekan raya banyak sekali dikunjungi oleh orang – orang kebanyakan dengan tujuan ingin melihat – lihat yang membutuhkan fasilitas akomodasi dan transportasi. Dis amping itu dalam pekan araya atau pameran biasanya dimeriahkan dengan berbagai atraksi atau pertunjukasn kesenian. Itulah sebabnya wisata komersial ini menjadi kenyataan yang sangat menarik dan menyebabkan kaum pengusaha angkutan dan akomodasi membuat rancangan – rancangan istimewa untuk keperluan tersebut.
5.      Wisata Industri
Wisata industri ini erat hubungannya dengan perjalanan yang dilakukan oleh rombongan pelajar atau mahasiwa, atau orang – orang awam ke suatu kompleks atau daerh perindustrian dimana terdapat pabrik – pabrik atau bengkel – bengkel besar dengan maksud dan tujuan untuk mengadakan penelitian atau peninjauan. Jenis kegiatan ini banyak dilakukan di negara – negara maju dimana masyarakat memiliki kesempatan untuk mengadakan keunjungan ke daerah – daerh atau kompleks pabrik industri.

6.      Wisata Politik.
Jenis wisata ini meliputi perjalanan yang dilakuka untuk mengunjungi atau mengambil bagian dalam peristiwa kegiatan politik misalnya perayaan 17 Agudtud di Jakarta, perayaan 10 Oktober di Moskow penobatan Ratu Inggris di London dan sebagainya. Biasanya fasilitas akomodasi, dan transportasi serta berbagai atrakasi diadakan secara meriah bagi para pengunjung. Disamping itu yang termasuk dalam kegiatan wisata politi adalah peristiwa – peristiwa penting seperti : konfrensi, musyawarah, kongres, atau konvensi politik yang selalu disertai dengan kegiatan darmawisata.
7.      Wisata konvensi
Berbagai negara dewasa ini membangun wisata konvensi dengan menyediakan fasilitas bangunan dengan ruangan – ruangan tempat bersidang bagi para peserta suatu konfrensi, musyawarah, konvensi, atau pertemuan lainnya baik yang bersifat nasional maupun Internasional. Misalnya di Jerman Barat memiliki International Congress Center di Berlin, filipina mempunyai Philippine International convention Center (PICC) di Manila, Indonesia memiliki Balai Sidang Senayan di Jakarta untuk penyelenggaraan sidang – sidang pertemuan yang besar dengan perlengkapan yang modern.
8.      Wisata sosial
Yang dimaksud dengan wisata ini adalah pengorganisasian suatu perjalanan yang murah dan mudah untuk memberi kesempatan kepada masyarakat ekonomi lemah untuk mengadakan perjalanan, seperti misalnya kamum buruh, pemuda, pelajar, mahasiswa, petani, dan sebagainya.Organisasi ini berusaha untuk membantu mereka yang mempunyai kemampuan terbatas dari segi finansial untuk dapat memanfaatkan waktu libur atau cuti sehingga dapat menambah pengalaman dan memeperbaiki kesehatan jasmaniah dan mental mereka.
9.      Wisata Pertanian
Seperti halnya wisata industri, wisata pertanian ini adalah pengorganisasian perjalanan yang dilakukan ke proyek – proyek pertanian, perkebuinann, ladang pembibitan, dan seabgainya dimana wisatawan dapat mengadakan kunjungan dan peninjauan untuk tujuan studi maupun untuk sekedar menikmati aneka macam tanaman.

10.  Wisata maritim (bahari)
Jenis wisata ini biasanya dikaitkan dengan kegiatan oleh raga di air, danau, pantai, teluk, dan laut. Misalnya : memancing, berlayar, menyelem sambil melakukan pemotretaan, kompetisi berselancar, mendayung, berkeliling melihat – lihat taman laut dengan pemandangan yang indah.
11.  Wisata Cagar Alam
Untuk jenis wisata ini biasanya diselenggarakan oleh agen atau biro perjalanan yang mengkhusukan usaha – usaha dengan jalan mengatur wisata ke tempat atau daerh cagar alam, taman lindung, hutan daerah pegunungan, dan sebagainya yang kelestariannya dilindungi oleh undang – undang. Wisata ini banyak dikaitkan dengan kegemaran akan keindahan alam, kesegaran hawa udara pegunungan, keajaiban hidup binatang dan marga satwa yang langka serta tumbuh – tumbuhan yang jarang ditemukan di tempat lain.
12.  Wisata Buru
Jenis wisata ini banyak dilakukan di negeri – negeri yang banyak memiliki daerah atau hutan berburu yang diperbolehkan oleh pemerintah dan digalakkan oleh berbagai agen atau biro perjalanan. Wisata buru ini diatur dalam bentuk safri buru ke daerah hutan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Seperti di Afrika berburu gajah, singa, jerapaaah, dan sebagainya. Di Indonesia pemerintah membuka wisata buru untuk daerah Baluran di Jawa Timur dimana wiatwan boleh menembak banteng dan babi hutan.
13.  Wisata Pilgrim
Jenis wisata ini sedikit banyak dikaitkan dengan agama, sejarah, adat istiiadat dan kepercayaan umat atau kelompok dalam masyarakat. Wisata pilgrim banyak di lakukan oleh perorangan atau rombongan ke tempat –tempat suci, ke makam orang besar atau pemimpin yang diagungkan, ke bukit atau pegunungan yang dianggap keramat. Wisata pilgrim ini banyak dihubungkan dengan niat atau hasrat sang wisatawan untuk memperoleh restu , kekuatan batin, keteguhan iman, dan tidak jarang untuk memperoleh berkah dan kekayaan yang melimpah. Misalnya : orang – orang Khatolik melakukan wisata pilgrim ini ke istana Vatikan di roma, orang – orang Islam ke tanah suci, orang – orang Budha ke tempat – tempat suci di India, Nepal, tibet dan sebagainya. Di tanah air kita banyak tempat – tempat suci atau keramat yang dikunjungi umat – umat agama tertentu misalnya Candi borobudur, Prambanan, Pura Besakih di Bali, Sendang Sono di Jawa tengah, Makan Wali Songo, Makan Bung Karno, dan sebagainya.
Parawisasta, Sastra, dan Bahasa
Perkembangan pariwisata akan memberikan efek terhadap kehidupan masyarakat setempat. Efek itu mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik itu sosial, ekonomi, budaya, relegi, dan juga lingkungan. Luasnya pengaruh perkembangan pariwisata terhadap aspek kehidupan dapat dikaji secara mandiri. Misalnya, pengaruh terhadap bidang sosial, pengaruh terhadap bidang ekonomi, atau pengaruh terhadap bidang kebudayaan.
Sehubungan dengan hal itu dalam kesempatan ini yang dibahas adalah pengaruh perkembangan pariwisata terhadap Bahasa Indonesia yang merupakan bagian dari kebudayaan nasional Indonesia. Pengaruh ini apabila ditinjau dari politik bahasa nasional yang mengatur pengembangan dan pembinaan Bahasa Indonesia dapat dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif dan pengaruh yang bersifat negatif.
Pengaruh yang bersifat positif artinya perkembangan pariwisata di Indonesia dapat membantu membina dan mengembangkan bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa nasional maupun sebagai bahasa negara. Pengaruh positif ini dapat dilihat dari data berupa munculnya kata-kata dan istilah yang berhubungan dengan kepariwisataan. Artinya, perkembangan pariwisata sudah nyata dapat memperkaya khasanah perbendaharaan kata dan istilah dalam Bahasa Indonesia.
Berikut ini adalah contoh kata dan istilah yang digunakan dalam bahasa Indonesia yang berhubungan dengan kepariwisataan, yaitu: agrowisata, apartemen, awak kabin, bandara, bar, bartender, brosur, Usaha Perjalanan Wisata, kargo, souvenir, reservasi, Diparda, destinasi, objek wisata, daerah tujuan wisata, ekowisata, embarkasi, hotel, reservasi, restoran, jasa boga, kepariwisataan, paspor, devisa, visa, pelancong, pramusaji, pramuwisata, prasmanan, bufe, sadar wisata, sapta pesona, tata graha, tour, wisatawan, paket wisata, wisatawan domestik (wisdom), dan wisatawan mancanegara.
Di samping dapat memperkaya khasanah kosa kata dan istilah, dampak positif perkembangan pariwisata terhadap Bahasa Indonesia juga ditemukan dalam fungsi bahasa Indonesia sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Dalam hal ini, saat ini sudah banyak buku tentang pariwisata yang disajikan dengan Bahasa Indonesia. Ini artinya, Bahasa Indonesia telah digunakan sebagai sarana dalam mengembangkan ilmu pariwisata. Dengan demikian masyarakat akan lebih mudah memahami pariwisata dan sekaligus membantu memasyarakatkan kepariwisataan di kalangan masyarakat.
Positif dan negatif adalah dua sisi yang tak terpisahkan seperti dua sisi mata uang. Demikian juga dalam pengembangan pariwisata di Indonesia di samping berdampak positif terhadap Bahasa Indonesia juga ada pengaruh negatifnya. Pengaruh negatif yang dimaksudkan di sini lebih ditekankan pada masalah belum maksimalnya fungsi bahasa Indonesia sebagai pengungkap produk-produk industri pariwisata.
Parawisata dan sastra juga merupakan satuan yang dapat dikemas dan dikaitkan. Suatu ojek wisata akan selalu berkaitan dengan suatu cerita pula. Parawisata tidak dapat lepas dari sastra, karena satra adalah suatu jembatan untuk mengembvangkan parawisata itu dengan kata lain sastra adalah bagian yang digunakan untuk memperkenalkan suatu objek wisata dengna berbagai macam kabar ceritanya

Sumnber referensi